Wali Kota Parepare Tekankan Adab dan Kedisiplinan dalam Pembinaan 220 Pelajar SMP
PAREPARE, CivicLens NEWS – Pendidikan bagi pelajar tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Pembentukan karakter, adab, kedisiplinan, dan fondasi keagamaan menjadi bekal penting yang harus ditanamkan sejak dini.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid,
saat membuka kegiatan Pembinaan Mental dan Religiusitas Ke-3
bagi pelajar kelas 9 SMP se-Kota Parepare di Masjid Agung Ambo Dalle, Jumat
(4/9/2026).
Sebanyak 220 pelajar dari berbagai SMP di Kota Parepare
mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat sore hingga
Ahad siang. Para peserta dibagi ke dalam 10 kelompok kerja untuk mengikuti
sejumlah rangkaian pembinaan keagamaan dan penguatan karakter.
Tasming menegaskan, pembinaan tersebut tidak sekadar
menjadi kegiatan keagamaan, tetapi diarahkan untuk membentuk pribadi pelajar
yang memiliki adab, terutama dalam menghormati guru dan orang tua.
“Yang paling utama adalah pembentukan karakter dan adab
anak-anak kita, bagaimana mereka menghormati guru dan orang tua,” ujar Tasming
dalam arahannya.
Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah
kemampuan membaca Al-Qur’an. Tasming menyebut masih terdapat sekitar 40 hingga
50 persen peserta yang belum lancar mengaji.
Karena itu, ia meminta para pelajar tidak merasa malu
dan justru memanfaatkan momentum pembinaan untuk belajar secara langsung kepada
ustaz maupun para pembimbing.
“Bagi yang belum lancar mengaji, jangan malu. Manfaatkan
waktu ini untuk belajar kepada ustaz dan pembimbing,” pesannya.
Selain pembinaan mengaji, para peserta juga mengikuti
majelis taklim dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Selama tiga hari,
mereka diarahkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara disiplin dan
bertanggung jawab.
Tasming bahkan menekankan agar peserta tidak begadang
dan tidak menggunakan telepon seluler pada waktu istirahat. Menurutnya,
kedisiplinan merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter.
Ia juga meminta pihak sekolah dan para pendamping
membuat komitmen bersama untuk memberikan konsekuensi kepada peserta yang tidak
mematuhi aturan kegiatan.
“Kalau ada yang tidak disiplin, saya minta kesepakatan
dengan guru-gurunya agar jangan dinaikkan kelas,” tegasnya.
Di sisi lain, Tasming mengingatkan para pelajar bahwa
keberhasilan dalam kehidupan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan
akademik, tetapi juga harus disertai ikhtiar dan kedekatan kepada Allah SWT.
Ia mendorong peserta memperbanyak ibadah, termasuk
menjaga salat wajib dan meningkatkan ibadah sunah sebagai bagian dari upaya
membangun hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
“Kalau kita mau minta uang kepada orang tua, kita
biasanya merayu dan memijat orang tua. Begitu juga kalau kita ingin mendapatkan
sesuatu dari Sang Pencipta, caranya adalah dengan rajin beribadah,” ujarnya.
Tasming juga memanfaatkan momentum tersebut untuk
mendorong para pelajar memperluas pergaulan secara positif. Pertemuan siswa
dari berbagai sekolah, kata dia, merupakan kesempatan untuk membangun
silaturahmi sekaligus memperluas jaringan pertemanan.
“Kenali teman-teman dari sekolah lain. Perbanyak teman
dan silaturahmi, karena jaringan dan koneksi itu akan sangat berguna bagi
kalian di masa depan,” katanya.
Tak hanya kepada peserta, Tasming memberikan penekanan
kepada guru dan panitia pendamping agar menjalankan tanggung jawab secara penuh
selama kegiatan berlangsung.
Ia meminta para pendamping tidak hanya hadir pada saat
pembukaan, tetapi memastikan seluruh peserta berada dalam pengawasan dan
pendampingan hingga kegiatan berakhir.
“Anak-anak harus benar-benar diawasi dan didampingi
sampai kegiatan selesai. Jangan hanya datang, kemudian ditinggal,” tegasnya.
Pembinaan Mental dan Religiusitas Ke-3 tersebut menjadi
bagian dari upaya Pemerintah Kota Parepare memperkuat pendidikan karakter di
kalangan generasi muda.
.png)