Tentukan Waktu Tanam Padi, Parepare Satukan Pandangan Lewat Tudang Sipulung
PAREPARE, CivicLens NEWS – Penentuan waktu tanam padi untuk musim tanam 2026–2027 di Kota Parepare dibahas melalui forum Tudang Sipulung atau Tudang Laongruma yang mempertemukan pemerintah, petani, penyuluh, serta berbagai elemen masyarakat.
Forum tersebut digelar di Rumah Kembar, Kecamatan
Bacukiki, Rabu (16/9/2026), dan menjadi ruang bersama untuk menyatukan
pandangan sebelum menetapkan waktu tanam yang akan menjadi pedoman pada musim
tanam mendatang.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, dalam sambutannya
menekankan bahwa keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk
sektor pertanian, idealnya lahir melalui proses musyawarah dan kesepakatan
bersama.
Menurut Tasming, Tudang Sipulung tidak sekadar
mempertahankan tradisi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai penting sebagai
ruang untuk membangun kesepahaman dalam mengambil keputusan.
“Musyawarah itu juga adalah perintah agama. Nabi kita
Muhammad SAW tiap hari musyawarah bersama untuk menentukan kira-kira apa yang
akan dilakukan dan sebagainya. Pendahulu-pendahulu kita sebelumnya tentu
mencontoh apa yang dilakukan oleh Nabi,” kata Tasming.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak dalam proses
pembahasan membuat keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi kebersamaan.
Perbedaan pandangan, kata dia, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
proses tersebut.
“Musyawarah itu ada keberkahan, ada melibatkan seluruh
elemen sehingga apa yang dihasilkan dari musyawarah itu menjadi sebuah
keputusan yang terbaik,” ujarnya.
“Perbedaan pendapat dan pandangan itu suatu hal dan
proses yang biasa. Tetapi keputusan yang dihasilkan dari musyawarah itu adalah
keputusan bersama. Tidak ada lagi perbedaan karena sudah selesai keputusan
bersama dalam musyawarah itu,” tuturnya.
Ia berharap hasil Tudang Sipulung kali ini tidak berhenti
sebagai kesepakatan di ruang pertemuan, tetapi dapat memberikan dampak nyata
terhadap pelaksanaan musim tanam padi 2026–2027.
“Insya Allah, apa yang kita putuskan dari hasil
musyawarah hari ini dengan keikhlasan hati ta semua menjadi berkah untuk kita
semua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Tasming juga menyoroti peran
petani dalam menjaga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Ia menyebut petani
sebagai salah satu ujung tombak yang menentukan ketersediaan pangan.
“Petani adalah garda terdepan dalam kebutuhan pangan
masyarakat. Saya membayangkan jika petani tidak ada tentu kebutuhan pangan
tidak akan terpenuhi,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat turut
memberikan dukungan terhadap petani dan sektor pertanian. Salah satunya melalui
doa agar keputusan yang disepakati dalam forum tersebut dapat berujung pada
hasil produksi yang baik.
“Harapan kami semua ini yang bukan petani tentu berdoa
supaya hasil keputusan musyawarah ini bisa berdampak pada hasil panen yang
melimpah dari petani kita di Parepare,” tandasnya.
Selain pembahasan musim tanam, kegiatan tersebut juga
dirangkaikan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian BPJS serta Kartu
Peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) Kota Parepare hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran
pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani dan unsur masyarakat lainnya.
Tudang Sipulung atau Tudang Laongruma merupakan salah
satu bentuk kearifan lokal masyarakat petani yang mengedepankan musyawarah,
kebersamaan dan kesepakatan dalam mengambil keputusan, termasuk menentukan
waktu tanam.
Pemerintah Kota Parepare memandang keterlibatan berbagai
unsur dalam forum tersebut penting untuk membangun sinergi dalam pelaksanaan
musim tanam. Keberhasilan sektor pertanian dinilai tidak hanya bergantung pada
petani, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah, penyuluh, kelompok tani
dan masyarakat.
%201.png)
%202.png)