Tak Mau Makan hingga Lemas, Hasan Dirawat di Puskesmas; Camat Soreang Datang Memastikan Kondisinya
PAREPARE, CivicLens NEWS – Beberapa hari tanpa nafsu makan membuat kondisi Hasan, warga Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, semakin lemah. Keluarga akhirnya membawanya ke Puskesmas Lauleng untuk mendapatkan perawatan.
Hasan merupakan penyandang
disabilitas yang tinggal di RT 001/RW 001 Kelurahan Bukit Harapan. Ia juga
tercatat sebagai warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Kabar tentang kondisi Hasan kemudian
sampai kepada Camat Soreang, Hj. Andi Nurpati Katoe, S.K.M. Mendapat informasi
tersebut, Andi Nurpati memilih melihat langsung kondisi warganya di Puskesmas
Lauleng.
Kunjungan itu dilakukan bukan
sekadar untuk mengetahui kondisi kesehatan Hasan, tetapi juga memastikan
pelayanan yang diterimanya serta melihat kebutuhan yang mungkin diperlukan
selama menjalani perawatan.
“Kunjungan ini sebagai bentuk
perhatian dan dukungan, sekaligus untuk memastikan dengan melihat langsung
kondisi kesehatan dan keadaan warga kami serta pelayanan yang didapatkan dan
kebutuhan yang diperlukan selama menjalani perawatan,” kata Andi Nurpati.
Ia mengatakan, informasi mengenai
warga yang berada dalam kondisi rentan, khususnya penyandang disabilitas dan
masyarakat kurang mampu, perlu mendapat perhatian segera.
Menurut Andi Nurpati, ketika
mengetahui ada warga Soreang dengan kondisi tersebut sedang menjalani
perawatan, dirinya merasa perlu datang langsung untuk memastikan keadaan yang
bersangkutan.
“Begitu saya mendapat informasi ada
warga Soreang penyandang disabilitas dan tidak mampu yang dirawat di Puskesmas,
saya langsung kunjungi karena saya merasa ini sangat perlu dibantu dan
diperhatikan,” ujarnya.
Andi Nurpati berharap Hasan dapat
segera pulih dan kembali menjalani aktivitas bersama keluarganya. Ia juga
memastikan kondisi warga yang membutuhkan perhatian akan terus menjadi bagian
dari pemantauan pemerintah kecamatan.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi
Hasan, kunjungan tersebut setidaknya menjadi pengingat bahwa perhatian
pemerintah kepada masyarakat tidak hanya hadir melalui program dan kebijakan,
tetapi juga melalui kepedulian ketika seorang warga sedang berada dalam kondisi
sulit.
