Etika Bermedia Sosial Jadi Sorotan, Orang Tua Diminta Aktif Awasi Penggunaan Ponsel Anak
PAREPARE, CivicLens NEWS – Kebebasan mengakses media sosial di tengah perkembangan teknologi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan memperoleh informasi, tetapi juga menyisakan tantangan, terutama bagi keluarga dalam mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama
dalam talkshow “Apa Kabar Parepare” yang disiarkan Radio
Peduli Parepare, Rabu (9/9/2026), dengan mengangkat tema “Etika
Bersosial Media”.
Talkshow yang berlangsung selama satu jam, mulai pukul
09.00 hingga 10.00 Wita, dipandu Host Damayanti dengan menghadirkan Admin Grup
Facebook Aku Cinta Parepare (ACP) Doddy Parenrengi serta Penanggung Jawab TV
Peduli Parepare sekaligus Admin Grup ACP, Bustan Husain.
Kekhawatiran keluarga terhadap penggunaan media sosial
oleh anak menjadi salah satu pertanyaan yang banyak mengemuka, baik dari host
maupun pendengar. Penggunaan ponsel secara leluasa dinilai perlu diimbangi
dengan pemahaman dan pengawasan agar anak tidak mudah terpapar informasi yang
tidak sesuai maupun konten negatif.
Doddy Parenrengi mengatakan, perkembangan media sosial harus disikapi secara bijak. Menurutnya, luasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang diterima.
“Dalam bermedia sosial tentunya harus menyikapi dengan
bijak. Dari banyaknya informasi yang terbuka luas, tentunya yang positif bisa
kita ambil, sementara yang negatif kita tinggalkan,” ujarnya.
Ia menekankan, media sosial pada dasarnya dapat
memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat. Namun, kebebasan mengakses
berbagai informasi juga harus disertai tanggung jawab, termasuk dalam
menyampaikan maupun membagikan informasi kepada orang lain.
Sementara itu, Bustan Husain menilai keluarga memiliki
peran penting dalam membangun kebiasaan bermedia sosial yang sehat, khususnya
bagi anak-anak usia sekolah.
Menurutnya, pengawasan orang tua terhadap penggunaan
ponsel perlu dilakukan secara aktif. Pembatasan waktu penggunaan ponsel,
terutama bagi anak sekolah, menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan
untuk mencegah penggunaan media sosial secara berlebihan.
Bustan juga mengingatkan masyarakat agar tidak
serta-merta menganggap seluruh informasi yang beredar di media sosial sebagai
sebuah kebenaran.
“Di dunia media sosial, tidak selalu informasi yang ada
itu benar. Perbedaan pandangan juga sudah biasa terjadi. Jadi, kita harus
pandai memilah mana yang harus diterima,” jelasnya.
Ia mengakui, media sosial telah menjadi bagian dari
kehidupan masyarakat dan sulit untuk dihindari di era digital saat ini. Karena
itu, pendekatan yang diperlukan bukan sekadar melarang penggunaan media sosial,
melainkan membangun kemampuan masyarakat, khususnya anak-anak, untuk
menggunakannya secara sehat dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Penanggung Jawab Radio Peduli
Parepare, Parto Sanjaya, berharap pembahasan mengenai etika bermedia sosial
dapat kembali diangkat dalam talkshow “Apa Kabar Parepare”.
Menurutnya, pembahasan yang berkelanjutan mengenai tema
tersebut penting sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat agar semakin
bijak dalam menggunakan media sosial.
“Etika bersosial media” dinilai menjadi isu yang relevan
untuk terus dibicarakan, mengingat media sosial telah menjadi ruang publik baru
yang digunakan masyarakat untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, sekaligus
menyampaikan berbagai pandangan.
.png)
%202.png)