HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tangis Haru Juhena Saat Terima Bantuan, Pemkot Parepare Hadir untuk Korban Kebakaran Sumur Jodoh

PAREPARE, CivicLens NEWS – Air mata Juhena tak terbendung ketika menerima bantuan dari Pemerintah Kota Parepare bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Parepare, Selasa (11/8/2026).

Di hadapan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, Juhena yang menjadi salah satu korban kebakaran di Jalan Sumur Jodoh, Kelurahan Watang Soreang, tak kuasa menyembunyikan rasa haru atas perhatian yang diberikan setelah musibah yang menghanguskan tempat tinggalnya pada 9 Agustus 2026 lalu.

Bantuan berupa uang tunai tersebut diserahkan langsung kepada Juhena dan Nasaruddin sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit akibat musibah kebakaran.

Penyerahan bantuan turut disaksikan sejumlah pejabat pemerintah serta unsur kepolisian dari Polres Parepare.

Tasming Hamid mengatakan, kehadiran pemerintah bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat yang tertimpa musibah tidak merasa berjalan sendirian menghadapi cobaan.

“Atas nama Pemerintah Kota Parepare, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi korban,” ujar Tasming.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan kebutuhan korban sekaligus menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan akibat kebakaran.

“Mungkin bantuan ini tidak dapat mengganti seluruh kehilangan, tetapi kami berharap dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” katanya.

Menurut Tasming, perhatian terhadap korban bencana merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga berada dalam kondisi sulit.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta seluruh pihak yang telah ikut bergotong royong memberikan bantuan dan dukungan kepada korban.

“Terima kasih kepada Baznas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong membantu. Kepedulian seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” ungkapnya.

Bagi Juhena, perhatian tersebut memiliki arti lebih dari sekadar bantuan materi. Di tengah kehilangan yang dialaminya, kehadiran pemerintah dan berbagai pihak menjadi penguat bahwa masih banyak yang peduli dengan kondisi keluarganya.

Dengan mata berkaca-kaca, Juhena menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Parepare, Baznas, dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan.

Tangis haru itu menjadi gambaran betapa besar arti sebuah perhatian bagi warga yang baru saja kehilangan tempat tinggal akibat musibah.

Musibah kebakaran memang meninggalkan kehilangan, namun kepedulian yang hadir di tengahnya menjadi energi bagi korban untuk kembali bangkit. Di sinilah semangat gotong royong menemukan maknanya—ketika warga yang sedang terpuruk tidak dibiarkan menghadapi cobaan seorang diri.

Posting Komentar