HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Jelang Musim Hujan,Dinas PUPR segera Melaksanakan Pembersihan & Pengerukan DAS KARAJAE

PAREPARE, CivicLens NEWS – Mengantisipasi potensi gangguan aliran air Sungai Karajae saat memasuki musim penghujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare mulai melakukan peninjauan sejumlah titik di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Karajae.

Peninjauan tersebut dilakukan atas arahan Kepala Dinas PUPR Kota Parepare, Budi Rusdi, sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi aliran sungai tetap mampu menampung dan mengalirkan debit air dgn baik, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

VIDEO

Kegiatan dipimpin Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Parepare, Irwan, bersama sejumlah staf. Tim turut didampingi Lurah Watang Bacukiki Mursal, Babinkamtibmas, serta RT dan RW setempat.

Peninjauan tidak hanya dilakukan untuk melihat kondisi sungai secara umum, tetapi juga mengidentifikasi titik-titik yang dinilai membutuhkan penanganan, baik melalui pembersihan bantaran maupun pengerukan sedimen yang berpotensi menghambat kelancaran aliran arus Sungai.

Irwan mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini yang dilakukan Dinas PUPR sebelum memasuki periode dengan curah hujan tinggi.

“Ini merupakan tahap peninjauan dan identifikasi langsung di lapangan. Kami ingin melihat langsung kondisi DAS Karajae, terutama titik-titik yang mengalami pendangkalan, terdapat material tumpukan sampah yang menghambat aliran air, maupun bagian bantaran yang perlu segera dibersihkan,” ujar Irwan.

Menurutnya, hasil peninjauan tersebut akan menjadi bahan bagi Dinas PUPR untuk Segera melakukan Pembersihan dan Pengerukan Sungai Sebelum Masuk Musim Penghujan. Dengan demikian, pekerjaan yang dilakukan nantinya dapat diarahkan pada lokasi yang memang membutuhkan intervensi segera.

“Yang kami lihat bukan hanya satu titik. Kami petakan mana yang perlu dibersihkan Segera dan mana yang membutuhkan pengerukan. Prinsipnya, kita melakukan antisipasi sebelum musim hujan dengan intensitas tinggi terjadi, sehingga aliran air tidak terganggu,” jelasnya.

Irwan menambahkan, keberadaan sampah, tumbuhan liar, material sedimentasi maupun berbagai benda yang terbawa arus dapat menjadi persoalan ketika debit sungai meningkat. Karena itu, kondisi bantaran dan badan sungai perlu dipantau secara berkala.

“Kalau ada penyempitan atau sumbatan, tentu akan mempengaruhi kapasitas aliran. Karena itu kami turun langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Lurah Watang Bacukiki, Mursal, menyambut baik langkah yang dilakukan Dinas PUPR tersebut. Menurutnya, peninjauan bersama di lapangan penting karena pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat lebih mengetahui titik-titik yang selama ini perlu mendapat perhatian.

“Kami tentu sangat mendukung. Ini merupakan langkah antisipasi, apalagi kita akan menghadapi musim penghujan. Dengan turun bersama, kita bisa menunjukkan langsung kepada tim PUPR titik-titik yang menurut kami perlu dibersihkan atau ditangani,” ujar Mursal.

Ia mengatakan, keterlibatan RT dan RW dalam peninjauan juga menjadi bagian penting karena mereka bersentuhan langsung dengan kondisi lingkungan dan aktivitas warga di sekitar bantaran sungai.

“Harapan kami, hasil peninjauan ini bisa Segera ditindaklanjuti sesuai tingkat kebutuhan di masing-masing titik. Yang paling penting adalah bagaimana aliran sungai tetap lancar dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah ini merasa lebih aman saat hujan turun,” tambahnya.

 

Dalam peninjauan tersebut, tim menyusuri sejumlah titik bantaran DAS Karajae yang dinilai perlu mendapatkan perhatian. Kondisi vegetasi, sedimentasi, material yang berada di sekitar aliran sungai hingga bagian-bagian yang berpotensi mempersempit jalur air menjadi perhatian tim.

PUPR juga membuka ruang koordinasi dengan pemerintah kelurahan serta unsur kewilayahan untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai kondisi sungai, termasuk titik yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Parepare memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan. Sebagai Wujud dari Visi misi Bapak Walikota Parepare Bebas Banjir, Penanganan sungai tidak hanya dilakukan setelah terjadi persoalan, tetapi diupayakan melalui pemetaan dan pembersihan secara lebih dini.penghujan. Penanganan sungai tidak hanya dilakukan setelah terjadi persoalan, tetapi diupayakan melalui pemetaan dan pembersihan secara lebih dini.

Dengan identifikasi lapangan tersebut, Dinas PUPR diharapkan dapat menentukan titik prioritas untuk dilakukan pembersihan maupun pengerukan, sehingga kapasitas aliran DAS Karajae tetap terjaga dan potensi genangan maupun gangguan aliran air dapat diminimalkan.
Posting Komentar