Tinjau Lokasi Kebakaran, Tasming Hamid Imbau Warga Waspada Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau
PAREPARE, CivicLens NEWS – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kota Parepare menyusul peristiwa kebakaran yang melanda dua unit rumah warga di Jalan Mayor Haddade, Kamis (16/7/2026). Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan proses penanganan berlangsung optimal sekaligus melihat kondisi warga yang terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Tasming
didampingi Kapolres Parepare, Indra Waspada, bersama jajaran Dinas Pemadam
Kebakaran (Damkar) serta relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Sesaat setelah tiba di lokasi, Wali
Kota menyempatkan diri menemui para korban sebagai bentuk empati sekaligus
memastikan kebutuhan mendesak mereka mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Selain meninjau kondisi korban,
Tasming juga menginstruksikan personel Damkar bersama relawan Tagana agar
melakukan pemeriksaan menyeluruh di setiap bangunan yang terdampak kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang
berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Kami turun langsung ke lokasi
kebakaran untuk memastikan api sudah padam dan korban selamat," kata Tasming Hamid.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar
lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah
musim kemarau yang disertai tiupan angin cukup kencang.
"Musim kemarau dan angin
kencang seperti sekarang ini sangat berisiko memicu kebakaran. Karena itu kami
mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat menggunakan api di
rumah," pesannya.
Sementara itu, hingga proses
penanganan di lapangan berlangsung, aparat kepolisian bersama petugas Damkar
masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang
menghanguskan dua rumah warga tersebut. Besaran kerugian material juga masih
dalam tahap pendataan.
Petugas terus menyisir area yang
terbakar guna memastikan tidak ada titik api yang masih aktif sekaligus
mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi di sekitar lokasi.
Di sisi lain, relawan Tagana, Naham
Halid, menyebut terdapat dua dugaan awal yang berkembang terkait penyebab
kebakaran. Namun, informasi tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih
lanjut.
"Ada dua versi penyebab
kebakaran. Katanya ada anak seorang tukang di rumah itu bermain api, dan ada
juga yang menyebut pemilik rumah sedang memasak," ungkapnya.
Pihak kepolisian mengimbau
masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum hasil
penyelidikan resmi diumumkan. Sementara itu, pemerintah daerah memastikan akan
terus memberikan pendampingan kepada warga yang terdampak hingga proses
penanganan pascakebakaran selesai.
.png)