HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Nahkoda Baru PBSI Parepare, AA Hamka Siapkan Roadmap Cetak Atlet Berprestasi

Foto : Hasrianti
PAREPARE, CivicLens NEWS – Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Parepare menetapkan Amarun Agung Hamka sebagai Ketua Umum Pengurus PBSI Kota Parepare masa bakti 2026–2030. Hamka terpilih secara aklamasi dalam forum yang berlangsung di Karajae Cafe, Sabtu (4/7/2026), setelah menjadi satu-satunya bakal calon yang memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

Terpilihnya Hamka sekaligus menandai estafet kepemimpinan dari Ruslan Mallang yang telah memimpin PBSI Parepare pada periode sebelumnya. Forum Muskot berlangsung dengan lancar dan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat pembinaan bulutangkis di Kota Parepare.

Dalam sambutan perdananya sebagai ketua umum, Hamka menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh peserta Muskot. Menurutnya, amanah tersebut bukanlah bentuk kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama untuk membawa organisasi menjadi lebih maju dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.

"Amanah ini bukan sesuatu yang ringan. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara bersama-sama demi kemajuan bulutangkis Parepare," ujarnya.

Hamka juga memberikan penghormatan kepada Ruslan Mallang atas dedikasi selama memimpin PBSI Parepare. Ia menilai fondasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya menjadi modal penting untuk melanjutkan pengembangan organisasi ke depan. Karena itu, ia berharap pengalaman dan dukungan dari para senior tetap menjadi bagian dari perjalanan PBSI Parepare.

Menurut Hamka, peluang kemajuan bulutangkis di Parepare terbuka lebar. Hal itu ditunjang dengan semakin berkembangnya fasilitas olahraga serta meningkatnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga tersebut. Kondisi ini, kata dia, harus direspons dengan membangun kolaborasi yang lebih luas bersama klub, pelatih, pengelola lapangan, komunitas bulutangkis, hingga pemerintah daerah.

Salah satu agenda utama kepengurusan yang dipimpinnya adalah memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini sekaligus mempersiapkan kontingen terbaik menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan di Kabupaten Wajo. Ia optimistis Parepare memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

"Kami ingin mengangkat kembali marwah PBSI Parepare melalui pembinaan yang berkelanjutan. Target kami adalah mencetak atlet terbaik yang mampu membawa nama daerah di berbagai ajang kompetisi," tegasnya.

Hamka juga menegaskan komitmennya membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Ia ingin menjadikan PBSI sebagai wadah bersama yang mampu merangkul seluruh elemen bulutangkis di Parepare, mulai dari klub, pelatih, pemilik lapangan hingga masyarakat pecinta olahraga tepok bulu.

Sementara itu, Ketua Umum PBSI Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Warsinggih, yang diwakili Sekretaris PBSI Sulsel, Jamaluddin, menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru. Ia menegaskan bahwa Muskot tidak sekadar menghasilkan pemimpin baru, tetapi menjadi titik awal lahirnya strategi pembinaan atlet yang lebih terarah.

Menurutnya, PBSI Parepare diharapkan aktif menjaring bibit-bibit potensial sejak dini sehingga mampu melahirkan atlet yang berprestasi sekaligus mendorong Parepare menjadi salah satu daerah penyelenggara turnamen bulutangkis berskala terbuka di Sulawesi Selatan. Ia juga berpesan agar struktur kepengurusan disusun secara proporsional, memperkuat pembinaan generasi muda, serta menjaga soliditas organisasi agar PBSI Parepare dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PBSI Parepare periode 2022–2026, Ruslan Mallang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus yang telah membersamainya selama masa kepemimpinan. Dalam forum tersebut, ia turut menyampaikan laporan pertanggungjawaban organisasi sekaligus memaparkan berbagai capaian prestasi atlet bulutangkis Parepare yang berhasil diraih sepanjang masa kepengurusannya sebagai bentuk akuntabilitas kepada seluruh peserta Muskot.

Posting Komentar