HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar
X

Ratusan Jamaah Majelis Syuhada Padati Masjid Darussalam Belawa dalam Safari Shalat Subuh Berjamaah

WAJO, CivicLensNEWS — Suasana Masjid Besar Darussalam Belawa, Kabupaten Wajo, tampak berbeda pada Jumat (5/6/2026) dini hari. Sejak sebelum azan Subuh berkumandang, ratusan jamaah dari berbagai daerah di kawasan Ajatappareng telah memadati masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon religi di Sulawesi Selatan tersebut.

Lihat Videonya Di SINI

Jamaah yang tergabung dalam Majelis Syuhada berasal dari Kota Parepare serta Kabupaten Sidrap, Pinrang, dan Barru. Antusiasme peserta membuat ruang utama masjid tidak mampu menampung seluruh jamaah, sehingga sebagian harus menempati teras hingga lantai dua yang dibuka khusus untuk jamaah perempuan.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 03.30 WITA dengan pelaksanaan i’tikaf, shalat taubat, tahajud, dan witir. Dalam suasana yang khusyuk, lantunan istighfar dan doa-doa malam menggema di dalam masjid, menciptakan nuansa spiritual yang mendalam hingga menjelang waktu Subuh.

Pelaksanaan shalat Subuh berjamaah dipimpin oleh Ustadz Yazir Al Sundawi, kemudian dilanjutkan dengan kajian Islamiah dan shalat syuruq.

Ceramah Subuh disampaikan oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darussalam Belawa, Prof. Dr. KH. Anwar Sadat Malik, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema tentang keutamaan bangun malam dan dahsyatnya istighfar dalam kehidupan seorang muslim.

Menurutnya, kesediaan seseorang meninggalkan kenyamanan tempat tidur untuk bermunajat kepada Allah merupakan salah satu tanda kuatnya keimanan.

“Orang beriman itu rela meninggalkan kasur empuk demi memenuhi panggilan Allah. Shalat Subuh berjamaah adalah salah satu indikator keimanan seorang muslim,” ujarnya di hadapan jamaah.

Dalam ceramahnya, Gurutta Anwar juga mengutip Hadis Qudsi riwayat Imam Bukhari tentang malaikat yang berkeliling mencari majelis dzikir. Ia menjelaskan bahwa setiap majelis yang dipenuhi tasbih, tahmid, dan istighfar akan dilingkupi malaikat hingga ke langit, lalu Allah SWT memberikan ampunan kepada para peserta majelis tersebut.

Selain itu, ia mengisahkan pertemuan antara Imam Ahmad bin Hanbal dengan seorang penjual roti yang dikenal istiqamah beristighfar. Kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana Allah mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang senantiasa memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan pernah meremehkan istighfar. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa istighfar menjadi sebab datangnya rezeki, keberkahan, kemudahan urusan, serta jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup,” pesannya.

Sementara itu, Muassis Majelis Syuhada Parepare, H. Bakhtiar Syarifuddin, menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Darussalam Belawa, para ulama, masyarakat setempat, serta aparat keamanan yang turut mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Ia mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme jamaah yang hadir hingga memenuhi seluruh area masjid.

“Alhamdulillah, masjid penuh sesak. Jamaah memadati ruang utama, teras kiri dan kanan, bahkan lantai dua juga digunakan untuk menampung jamaah perempuan. Ini menunjukkan semangat umat untuk memakmurkan masjid terus tumbuh,” katanya.

Usai rangkaian ibadah dan kajian, para jamaah menikmati jamuan sarapan yang disiapkan oleh panitia dan masyarakat setempat. Hidangan berupa nasi, bubur ayam, aneka kue tradisional, kopi, teh, hingga sarebba hangat menjadi penutup kebersamaan yang penuh kehangatan.

Safari Shalat Subuh Berjamaah ini tidak hanya menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masjid tetap menjadi pusat pembinaan umat, tempat bertemunya semangat ibadah, ilmu, dan persaudaraan dalam satu majelis yang penuh keberkahan.

Baca JUGA : "Menyusuri Jejak Sejarah dan Spiritualitas di Masjid Besar Darussalam Belawa, Ikon Religi Tertua di Wajo"  : 

https://www.civiclens.web.id/2026/06/menyusuri-jejak-sejarah-dan.html


Posting Komentar