HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Maulid KKMB Parepare, Cinta Rasul Jadi Momentum Eratkan Silaturahmi dan Peduli Sesama

PAREPARE, CivicLens NEWS – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Kota Parepare menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan yang mengangkat tema “Dengan Cinta Rasul Kita Eratkan Silaturahmi dan Ringankan Beban Sesama” itu berlangsung di kediaman dr. Hj. Muliana, Sp.M., M.Kes., yang juga menjabat Plt Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, di Jalan Kelapa Gading, Rabu (23/9/2026) malam.

Peringatan Maulid tersebut dihadiri Wali Kota Parepare Tasming Hamid, SE., MH., Ketua KKMB Kota Parepare Suyuti, SE., yang juga Wakil Ketua I DPRD Kota Parepare, jajaran Pemerintah Kota Parepare, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rektor IAIN Parepare Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., Anggota DPRD Parepare Andi Fudail, Camat Bacukiki Barat Ardiansyah Arifuddin, serta para pengurus dan anggota DPK KKMB bersama masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari padatnya halaman kediaman tuan rumah. Suasana kekeluargaan semakin terasa dengan kehadiran warga yang datang tidak hanya untuk mengikuti rangkaian peringatan Maulid, tetapi juga mempererat hubungan sesama masyarakat Bone yang bermukim di Kota Parepare.

Acara dimulai sekitar pukul 20.00 Wita dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan laporan Ketua Panitia yang disampaikan Dr. H. M. Dahlan, M.Pd.I.

Ketua KKMB Kota Parepare, Suyuti, SE., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat berlangsung dengan baik.

Menurut Suyuti, peringatan Maulid tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dengan menjaga persaudaraan, memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Wali Kota Parepare Tasming Hamid mengapresiasi keberadaan KKMB yang selama ini dinilai terus mengambil bagian dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sekaligus bersinergi dalam mengawal pembangunan di Kota Parepare.

Tasming berharap KKMB dapat terus menjadi wadah yang mempererat tali persaudaraan, khususnya bagi warga Bone yang tinggal di Parepare, sekaligus membangun kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat.

“Semangat kebersamaan dan persaudaraan seperti ini penting untuk terus dijaga. Bukan hanya sesama warga Bone, tetapi juga dengan seluruh masyarakat Kota Parepare,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian Maulid semakin semarak dengan penampilan Marawis dari Majelis Taklim Nurul Askar Brimob, di bawah asuhan Hj. A. Wisnah T, SE., M.Si., yang juga merupakan Bendahara KKMB Kota Parepare.

Penampilan tersebut menghadirkan nuansa religius sekaligus menjadi bagian dari ekspresi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Hikmah Maulid kemudian disampaikan Ustadz Mustamir, S.Ag., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW bukanlah perjalanan yang mudah. Rasulullah SAW menghadapi berbagai ujian dan tantangan sebelum berhasil membawa risalah Islam dan menjadi teladan bagi umat manusia.

Karena itu, menurutnya, kehidupan Rasulullah SAW patut dijadikan contoh dalam menghadapi persoalan kehidupan, termasuk dalam membangun hubungan sosial dengan sesama.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan filosofi Bugis “Rebba sipatokkong, mali siparappe, malilu sipakainge” yang mengandung makna saling menopang ketika terjatuh, saling membantu ketika mengalami kesulitan, serta saling mengingatkan ketika berada dalam kekeliruan.

Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan semangat yang dibawa dalam peringatan Maulid, yakni membangun solidaritas, gotong royong dan kepedulian antarsesama.

Ia juga mengajak Wija To Bone untuk membiasakan diri memberi, bukan hanya meminta, serta terus menebar kebaikan di tengah masyarakat.

Pesan itu menjadi salah satu inti dari peringatan Maulid KKMB Parepare. Sebab, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui pujian dan peringatan, tetapi juga melalui perilaku nyata yang memberi manfaat bagi orang lain.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Ustadz Mustamir.

Peringatan Maulid tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan donor darah. Kegiatan itu menjadi bagian dari semangat KKMB untuk menerjemahkan nilai kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui kepedulian dan manfaat nyata bagi sesama.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar KKMB Parepare tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah komunitas tidak hanya terletak pada jumlah anggotanya, tetapi pada sejauh mana mereka mampu menjaga persaudaraan, hadir ketika sesama membutuhkan, dan menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan.

Di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak, pesan “Rebba sipatokkong, mali siparappe, malilu sipakainge” kembali menemukan relevansinya: bahwa ketika persaudaraan dirawat, beban yang berat dapat dipikul bersama, dan ketika nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diwujudkan dalam tindakan, maka silaturahmi tidak berhenti sebagai kata, tetapi tumbuh menjadi kekuatan yang menghadirkan manfaat bagi sesama. 

Posting Komentar