HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional “Selamatkan Indonesia” Hadirkan Tokoh Kritis sebagai Narasumber

PAREPARE, CivicLens NEWS — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Perjuangan menggelar Dialog Nasional “Selamatkan Indonesia” dengan mengusung tema “Ikhtiar Mengurai Kegelapan Menuju Indonesia Baru” di Hotel Bugis, Jalan Andi Makkasau, Kota Parepare, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan kader KAHMI sebagai narasumber, di antaranya Dr. Ir. H. M. Said Didu, Dr. M. Syukur Mandar, Prof. Dr. Amran Razak, serta Assoc. Prof. Ir. Muh. Nusran, S.TP., M.M., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan Kota Parepare Drs. H. Ahmad Masdar, M.Si mewakili Walikota Parepare

Peserta yang hadir memenuhi aula Hotel bugis Parepare berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari alumni dan kader HMI, organisasi kemahasiswaan, OKP, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga masyarakat umum.

Ketua Panitia Pelaksana Dialog Nasional Selamatkan Indonesia, Muchlis Abdullahi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar kader KAHMI untuk mengambil peran dalam menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

Menurutnya, tema “Ikhtiar Mengurai Kegelapan Menuju Indonesia Baru” bukan sekadar slogan, tetapi lahir dari kegelisahan terhadap berbagai persoalan kebangsaan, mulai dari etika politik, penegakan hukum hingga kondisi ekonomi yang berdampak terhadap masyarakat kecil.

“KAHMI tidak boleh diam dan harus menjadi pelita untuk mengurai kegelapan dengan akal sehat, nilai keislaman dan nilai keindonesiaan,” ujarnya.

Koordinator KAHMI Perjuangan, Nur Azis Thalib, turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta dan berbagai organisasi yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan adanya tekad dan harapan bersama untuk melihat Indonesia bergerak menuju kondisi yang lebih baik.

“Terima kasih kepada semua peserta, para kader KAHMI, dan semua organisasi yang telah hadir. Dialog ini tercipta karena kita cinta negeri ini. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin. Ini adalah ikhtiar perjuangan kita bersama,” katanya.

Soroti Arah Perjuangan KAHMI

Di tengah forum tersebut, H. Abd Rahman Saleh yang bertindak sebagai moderator turut menyoroti posisi dan peran KAHMI dalam kehidupan kebangsaan.

Menurutnya, Dialog Nasional tersebut lahir dari keresahan sejumlah senior dan alumni terhadap kondisi KAHMI yang dinilai mulai meninggalkan orientasi perjuangan serta fungsi kontrol terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menilai KAHMI memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menyuarakan kepentingan masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan yang berdampak luas.

Karena itu, ia mengingatkan agar KAHMI tidak terjebak dalam zona nyaman maupun kepentingan tertentu.

“Jangan sampai KAHMI lebih banyak berada di zona nyaman, mengejar proyek dan jabatan demi kepentingan kelompok,” tegasnya.

Abd Rahman mengatakan KAHMI tidak seharusnya hanya memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, organisasi tersebut juga perlu memiliki keberanian menyampaikan kritik dan koreksi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat.

Ia menilai, semangat perjuangan untuk membela rakyat harus tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan KAHMI.

Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan bangsa turut menjadi pembahasan, di antaranya ketidakadilan, penegakan hukum, ketimpangan sosial serta menurunnya harapan masyarakat.

“Semua persoalan tersebut merupakan bentuk-bentuk ‘kegelapan’ yang harus kita urai,” katanya.

Ia menjelaskan, gagasan Indonesia Baru yang diangkat dalam dialog merujuk pada harapan terhadap Indonesia yang lebih adil, makmur dan berdaulat, dengan kepentingan rakyat sebagai bagian utama dalam pembangunan.

“Indonesia baru adalah Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat, serta mengembalikan negara kepada rakyat,” jelasnya.

Posting Komentar