HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

KBIHU Zakiah Berkah Tayyibah Perkuat Pembinaan Spiritual Jamaah Haji Reguler melalui Program Tahsin Al-Qur’an

PAREPARE,CivicLens NEWS – Persiapan menuju Tanah Suci bukan hanya tentang menghafal rangkaian manasik atau menyiapkan perlengkapan perjalanan. Ada satu bekal penting yang juga tak boleh luput: kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Video Kegiataan

Hal inilah yang kini menjadi perhatian KBIHU Zakiah Berkah Tayyibah Kota Parepare. Dalam upaya memberikan pembinaan yang lebih menyeluruh kepada calon jamaah haji reguler, KBIHU tersebut menghadirkan Program Tahsin Al-Qur’an sebagai layanan tambahan bagi jamaah yang akan menunaikan ibadah haji.

Program ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kesiapan spiritual calon jamaah sebelum menuju Baitullah.

Gagasan tersebut mendapat perhatian khusus dari Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Parepare, H. La Jami, S.Ag., M.A. Menurutnya, pembinaan calon jamaah haji idealnya tidak berhenti pada pemahaman teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga menyentuh kualitas ibadah secara mendasar.

Salah satunya melalui perbaikan bacaan Al-Qur’an, terutama Surah Al-Fatihah yang dibaca dalam setiap rakaat salat.

“Calon jamaah perlu dipersiapkan bukan hanya agar mengetahui tata cara berhaji, tetapi juga semakin baik kualitas ibadahnya. Al-Fatihah dibaca dalam setiap rakaat salat, sehingga bacaannya harus terus diperbaiki,” ujar H. La Jami.

Ia juga menyoroti pentingnya ketepatan makhraj dan tajwid, termasuk dalam pelafalan talbiyah yang akan berkali-kali dikumandangkan jamaah selama perjalanan ibadah haji.

Menurutnya, perbedaan dalam pengucapan huruf perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi bunyi, bahkan makna suatu lafaz.

“Demikian pula talbiyah yang akan berkali-kali dilantunkan selama perjalanan haji. Ketepatan makhraj dan tajwid menjadi penting karena perbedaan pengucapan huruf dapat memengaruhi bunyi bahkan makna suatu lafaz,” jelasnya.

Menyambut gagasan tersebut, Ketua KBIHU Zakiah Berkah Tayyibah kemudian memfasilitasi pelaksanaan program dengan menghadirkan pengajar yang memiliki kompetensi di bidang tahsin dan Al-Qur’an.

Langkah ini diharapkan membuat program tahsin tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar bagi jamaah untuk memperbaiki bacaan secara bertahap, efektif, dan terarah.

Pelaksanaan tahsin perdana yang dilaksanakan Pada hari Ahad, 16 Agustus 2026 memang belum diikuti seluruh calon jamaah yang telah menyatakan minat. Sejumlah jamaah pada waktu bersamaan masih memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Meski demikian, antusiasme jamaah yang telah mendaftar menjadi awal yang cukup menggembirakan bagi KBIHU Zakiah Berkah Tayyibah.

KBIHU berharap pada pertemuan-pertemuan berikutnya, semakin banyak calon jamaah yang dapat hadir dan mengikuti pembinaan secara konsisten.

Program tersebut sekaligus menegaskan komitmen KBIHU Zakiah Berkah Tayyibah untuk mendampingi calon jamaah haji secara lebih utuh. Bukan hanya mempersiapkan ilmu manasik dan administrasi, tetapi juga kesiapan fisik, mental, serta kualitas spiritual sebelum akhirnya memenuhi panggilan menuju Baitullah. Melalui semangat “Melayani Setulus Hati  Zakiah Makessing, Malomo na Ma’barakka,”

Sebab, perjalanan haji bukan sekadar perjalanan menuju sebuah tempat, melainkan perjalanan ibadah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

Posting Komentar