Pemkot Parepare Perkuat Mitigasi Banjir Lewat Pengerukan Drainase di Jalan Bau Massepe
Lihat Videonya Di SINI
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA itu dipimpin langsung Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare, Abd Waris Muhiddin, bersama jajaran petugas Damkar dan personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pengerukan dilakukan sebagai upaya mengatasi pendangkalan saluran akibat endapan lumpur dan tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air saat hujan deras turun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bacukiki Barat Andriansyah, Lurah Cappa Galung Hidayatullah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Cappa Galung Kasril, serta unsur terkait lainnya yang ikut melakukan pemantauan dan pembersihan drainase hingga selesai.
Petugas melakukan pengerukan secara manual dengan dukungan armada operasional untuk mengangkat lumpur, sampah plastik, serta material lain yang menyumbat saluran air. Kondisi drainase yang mengalami pendangkalan dinilai dapat memicu genangan bahkan banjir apabila tidak segera ditangani, terlebih menjelang meningkatnya intensitas curah hujan.
Abd Waris Muhiddin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Pemerintah Kota Parepare dalam menjaga fungsi drainase tetap optimal, khususnya di titik-titik rawan genangan. Menurutnya, penanganan sejak dini menjadi langkah penting guna meminimalisir dampak banjir di tengah aktivitas masyarakat yang semakin padat.
“Pembersihan dan pengerukan ini merupakan bentuk respon cepat terhadap kondisi saluran yang mengalami penyumbatan akibat lumpur dan sampah. Kami ingin memastikan aliran air kembali lancar sehingga potensi genangan maupun banjir dapat ditekan,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah lain yang membutuhkan penanganan serupa. Koordinasi lintas instansi pun disebut menjadi bagian penting agar penanganan drainase berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami terus berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, DLH, dan unsur terkait lainnya agar penanganan drainase dapat dilakukan secara terpadu,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Bacukiki Barat, Andriansyah, mengapresiasi langkah cepat Damkar Parepare bersama DLH dalam menangani persoalan drainase di wilayahnya. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah risiko banjir saat musim penghujan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Drainase yang bersih tentu memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Menurutnya, upaya pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan warga sekitar.
Hal senada disampaikan Lurah Cappa Galung, Hidayatullah. Ia menilai pengerukan drainase tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat di wilayahnya.
“Saluran di kawasan ini memang membutuhkan perhatian karena adanya endapan lumpur dan sampah yang menghambat aliran air. Kami bersyukur penanganan bisa dilakukan cepat melalui kolaborasi lintas instansi,” tuturnya.
Kegiatan itu turut mendapat respons positif dari warga sekitar. Sejumlah masyarakat bahkan terlihat ikut membantu proses pembersihan dan pengangkutan sampah dari dalam saluran drainase.
Selain memperlancar aliran air, pengerukan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam meningkatkan pelayanan publik di bidang lingkungan serta memperkuat mitigasi bencana banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Bacukiki Barat yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.
