HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pastikan Hewan Kurban Sehat,Dinas PKP Parepare Perketat Pengawasan Hewan Ternak di Perbatasan

PAREPARE,CivicLensNEWS — Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk maupun melintas di wilayah kota. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan bebas dari penyakit menular.

Lihat Videonya DI SINI

Pengawasan tersebut dilaksanakan pada Senin (26/5/2026) di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 6, tepatnya di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), yang menjadi salah satu titik pemeriksaan lalu lintas ternak menjelang Iduladha.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengimbau agar seluruh hewan ternak yang masuk ke Kota Parepare dipastikan memenuhi standar kesehatan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban saat Iduladha.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas PKP Kota Parepare, Wildana R. Ali, segera menginstruksikan jajaran Bidang Peternakan untuk melakukan pengawasan ketat di sejumlah pintu masuk kota. Pengawasan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Peternakan Dinas PKP Parepare H. Lukman Hasan, S.Pt , dengan menyasar tiga titik perbatasan utama, yakni Barru–Parepare, Sidrap–Parepare, dan Pinrang–Parepare.

Dalam pelaksanaannya, tim Dinas PKP bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Satuan Reskrim Polres Parepare, serta tim kesehatan hewan Dinas PKP guna memastikan setiap ternak yang masuk maupun melintas telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dilengkapi dokumen resmi.

“Kami memastikan ternak yang masuk ke wilayah Parepare ataupun yang hanya melintas benar-benar sehat serta memiliki dokumen lengkap seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Sertifikat Veteriner (SV),” ujar Lukman Hasan.

Ia menjelaskan, pihaknya mewaspadai kemungkinan adanya ternak tanpa dokumen kesehatan yang berpotensi membawa penyakit menular ke wilayah Parepare maupun daerah tujuan pengiriman ternak.

Menurutnya, pengawasan terhadap ternak yang hanya melintas sebenarnya bukan menjadi tanggung jawab utama Pemerintah Kota Parepare karena dokumen kesehatan seharusnya telah dipenuhi dari daerah asal. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan kesehatan hewan dan masyarakat.

Lukman Hasan juga mengimbau para pengusaha dan pedagang ternak agar bersikap terbuka dan sukarela melaporkan ternaknya yang belum diperiksa ataupun belum memiliki dokumen kesehatan.

“Jika ada ternak yang belum diperiksa atau belum memiliki dokumen, kami siap membantu melakukan pemeriksaan agar dipastikan bebas penyakit dan dokumennya bisa dilengkapi,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar lebih teliti sebelum membeli hewan kurban. Hewan yang dipilih harus dipastikan sehat, aman, dan higienis untuk dikonsumsi.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah penyakit hewan yang dapat menular ke manusia atau zoonosis. Bahkan, ada pula penyakit tertentu yang membuat daging hewan tidak layak dikonsumsi. Salah satu penyakit yang dapat dikenali secara langsung adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sementara itu, ternak sapi yang dikembangkan maupun digemukkan di wilayah Kota Parepare juga terus menjadi perhatian Dinas PKP. Tim kesehatan hewan secara rutin melakukan pemantauan langsung ke peternak serta memberikan vaksinasi guna mencegah penyebaran penyakit menjelang Iduladha.

Melalui kegiatan pengawasan ini, Pemerintah Kota Parepare berharap seluruh hewan kurban yang beredar di tengah masyarakat benar-benar dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi. Selain itu, pengawasan tersebut juga diharapkan mampu mencegah masuk dan menyebarnya penyakit hewan menular, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan rasa aman dan nyaman menjelang Hari Raya Iduladha.(DAS)


Posting Komentar