HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Parepare Dapat Sapi Kurban Presiden dengan bobot Fantastis,Kepala Dinas PKP Pastikan Hewan Sehat dan Berizin

PAREPARE, CivicLensNEWS — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Parepare memastikan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berada dalam kondisi sehat dan layak untuk disembelih. Pemeriksaan intensif dilakukan Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Kota Parepare terhadap sapi berbobot 833 kilogram tersebut, Senin (25/5/2026)

Lihat Videonya Di SINI.

Sapi jenis Simmental berusia lima tahun itu menjadi perhatian tersendiri karena ukurannya yang jauh di atas rata-rata sapi kurban pada umumnya. Tim dokter hewan dari Dinas PKP turun langsung melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, mulai dari kondisi fisik, pernapasan, hingga kelayakan konsumsi hewan.

Kepala Dinas PKP Kota Parepare, Wildana didampingi oleh Camat Bacukiki Muhammad Syakir dan Lurah Watang Bacukiki Mursal serta Haji Lukman Hasan Kepala Bidang Peternakan (DPKP) Kota Parepare turut meninjau langsung proses pemeriksaan sapi kurban bantuan presiden tersebut di lokasi peternakan.

Kepala Dinas PKP Kota Parepare, Wildana mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan sapi bantuan presiden dalam keadaan sehat dan telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Alhamdulillah sapinya sehat. Tim dokter hewan sudah melakukan pemeriksaan dan SKKH juga sudah diterbitkan sebagai tanda bahwa hewan ini layak untuk kurban,” ujar Wildana saat meninjau lokasi peternakan.

Menurutnya, sapi tersebut didatangkan dari Kabupaten Bone setelah pemerintah daerah mengalami keterbatasan ketersediaan sapi berbobot besar di Parepare. Awalnya, pemerintah pusat menginginkan sapi dengan bobot mencapai satu ton, namun akhirnya disesuaikan dengan kondisi daerah.

Meski demikian, bobot 833 kilogram dinilai sudah sangat representatif sebagai hewan kurban bantuan presiden untuk masyarakat Parepare.

Wildana menuturkan, sapi kurban tersebut nantinya akan disembelih di wilayah Watang Bacukiki dan dagingnya didistribusikan kepada sekitar 300 penerima manfaat. Pemerintah berharap bantuan itu tidak sekadar menjadi simbol ibadah kurban, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Harapannya tentu membawa berkah dan semakin mempererat kepedulian antar sesama warga,” katanya.

Di balik ukuran jumbo sapi tersebut, terdapat proses perawatan yang tidak sederhana. Iksan, peternak yang dipercaya merawat hewan kurban presiden itu, mengaku harus memberikan perhatian ekstra setiap hari agar kondisi sapi tetap prima hingga hari penyembelihan.

Perawatan dilakukan mulai dari menjaga kebersihan kandang, memandikan sapi secara rutin, hingga mengatur pola makan khusus agar berat badan dan kesehatannya tetap stabil.

“Perawatannya memang lebih ekstra dibanding sapi biasa. Makanannya juga dicampur dedak dan ampas tahu supaya pertumbuhannya bagus,” ujar Iksan.

Tahun ini menjadi kali kedua Kota Parepare menerima bantuan sapi kurban dari Presiden RI. Penetapan penerima dilakukan melalui proses seleksi ketat oleh Sekretariat Kepresidenan sejak dua bulan terakhir, termasuk pemeriksaan kesehatan dan standar kelayakan hewan kurban yang harus dipenuhi daerah penerima.(Dimas)

Posting Komentar