Dukung Pelestarian Bahasa Ibu, Parepare Terima Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen
Lihat Videonya Di SINI
Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam mendukung revitalisasi dan pelestarian bahasa daerah.
Capaian ini menjadi pengakuan nasional terhadap upaya berkelanjutan Pemkot Parepare dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu sebagai bagian penting dari identitas dan warisan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan penghargaan kepada daerah-daerah yang dinilai aktif menghadirkan kebijakan konkret dalam menjaga bahasa daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ia menekankan bahwa bahasa ibu memiliki posisi strategis sebagai penyangga kebudayaan nasional sehingga membutuhkan dukungan serius melalui sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Keberhasilan Parepare meraih penghargaan tersebut melalui proses penilaian yang cukup ketat. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, menjelaskan bahwa seluruh daerah peserta wajib memenuhi sejumlah indikator melalui verifikasi dokumen serta bukti pelaksanaan program revitalisasi bahasa daerah.
Parepare dinilai berhasil memenuhi enam indikator utama yang menjadi standar penilaian nasional. Salah satu poin penting yakni diterbitkannya kebijakan pemerintah daerah yang menetapkan Bahasa Bugis sebagai muatan lokal wajib di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Kebijakan tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan bahasa daerah tetap hadir dalam sistem pendidikan formal dan terus diwariskan kepada generasi muda.
Komitmen itu juga diperkuat melalui pelaksanaan program Sarebba atau Safari Edukasi Berbahasa Daerah. Program ini melibatkan guru master, guru utama, serta peserta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dalam memberikan edukasi langsung ke sekolah-sekolah mengenai pentingnya menjaga bahasa daerah.
Selain itu, Pemerintah Kota Parepare turut memberikan ruang apresiasi kepada pelajar berprestasi di bidang pelestarian bahasa daerah dengan menghadirkan mereka dalam forum publik dan program gelar wicara di media lokal, termasuk TV Peduli.
Pemkot Parepare juga memberikan perhatian khusus kepada para pemenang FTBI tingkat provinsi melalui pertemuan langsung bersama Wali Kota di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus motivasi bagi generasi muda agar terus bangga menggunakan bahasa ibu.
Dukungan lainnya diwujudkan dengan memfasilitasi rapat koordinasi lintas instansi terkait pelindungan bahasa daerah, termasuk penyediaan ruang pola kantor wali kota sebagai pusat konsolidasi gerakan pelestarian Bahasa Bugis di Parepare.
Tidak hanya itu, pemerintah kota juga memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi yang berhasil menjadi juara FTBI tingkat provinsi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap generasi penerus pelestari budaya daerah.
Menurut Toha Machsum, seluruh indikator tersebut menunjukkan bahwa komitmen Parepare terhadap pelestarian bahasa daerah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kebijakan, implementasi program, hingga pemberian penghargaan kepada para pelajar.
Di Provinsi Sulawesi Selatan, hanya dua daerah yang berhasil menerima penghargaan tahun ini, yakni Parepare dan Tana Toraja. Parepare tercatat menjadi daerah dengan capaian indikator terbanyak secara nasional.
Penghargaan tersebut semakin mempertegas komitmen Pemerintah Kota Parepare di bawah kepemimpinan Tasming Hamid yang tidak hanya fokus pada pembangunan dan pelayanan masyarakat, tetapi juga konsisten menjaga identitas budaya lokal melalui pelestarian bahasa daerah.
