"JK Effect dan Nasib Trah Jokowi Nyungsep"
Diskusi yang dipandu Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Reborn, Setiyardi Budiono, menghadirkan sejumlah narasumber seperti pengamat politik Lely Ariani, mantan penasihat spiritual Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Sri Eko Sriyanto Galgendu, Ketua DPP PA GMNO Budiantyo Tarigan, serta praktisi hukum Ahmad Khozinudin.
Di tengah berbagai isu yang berkembang dalam forum tersebut, perhatian peserta turut tertuju pada pandangan yang disampaikan aktivis KAHMI, H. Rahman Saleh. Dalam penyampaiannya, ia menyoroti fenomena yang disebut sebagai “JK Effect” atau pengaruh politik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang dinilai masih memiliki daya pengaruh kuat dalam percaturan politik nasional.
Menurut H. Rahman Saleh, sosok Jusuf Kalla hingga hari ini tetap menjadi figur penting yang memiliki jaringan luas, pengalaman politik matang, serta kemampuan membaca arah bangsa di tengah situasi politik yang semakin dinamis menjelang 2029.
Ia juga menyinggung munculnya berbagai serangan politik yang belakangan diarahkan kepada Jusuf Kalla. Menurutnya, situasi tersebut tidak bisa dilepaskan dari besarnya pengaruh politik yang dimiliki tokoh asal Sulawesi Selatan itu dalam membangun komunikasi lintas kekuatan politik nasional.
“Hampir setiap momentum politik besar, nama Jusuf Kalla selalu ikut disebut. Itu menandakan beliau masih diperhitungkan dalam peta politik nasional,” ujar H. Rahman Saleh dalam forum diskusi tersebut.
Ia menilai, keberadaan Jusuf Kalla bukan hanya dilihat sebagai tokoh senior bangsa, tetapi juga sebagai figur yang memiliki kemampuan menjaga keseimbangan politik nasional di tengah meningkatnya polarisasi.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan kritis terkait arah demokrasi Indonesia, konstelasi kekuatan politik menuju Pemilu 2029, hingga polemik hukum yang menyeret nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Forum Obor Rakyat Reborn itu pun menjadi ruang terbuka bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan pandangan terkait masa depan politik Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa dinamika menuju 2029 diperkirakan akan semakin kompleks dengan hadirnya figur-figur berpengaruh yang masih memiliki kekuatan besar di panggung nasional.
