Jumat Bersih di Watang Bacukiki: Saat Warga, Sungai, dan Harapan Kembali Terlihat
Lihat Videonya DiSini
Program “Jumat Bersih” yang dicanangkan Pemerintah Kota Parepare kembali menjadi alasan berkumpulnya warga. Seperti pekan-pekan sebelumnya, ajakan itu sederhana: turun ke jalan, membersihkan ruang hidup masing-masing. Namun di Watang Bacukiki, ajakan itu selalu terasa lebih dari sekadar rutinitas.
Sekitar pukul 07.00 WITA, warga mulai berdatangan ke lokasi yang mereka sebut “Rumah Kembar”, di Jalan Jenderal M. Yusuf. Tempat ini bukan sekadar titik kumpul biasa—ia adalah ruang singgah, tempat orang beristirahat, memancing, atau sekadar menikmati aliran sungai yang mengalir di sisinya.
Pagi itu, suasana segera hidup. Para pria tampak sigap membabat rumput liar yang sudah menjalar hingga ke badan jalan, bahkan menutupi pandangan ke arah sungai. Sementara itu, para ibu bersama mahasiswa KKN menyapu dan membersihkan halaman hingga ke pelataran rumah kembar. Aktivitas berlangsung tanpa banyak komando—seolah semua sudah paham perannya masing-masing.
Kerja bakti itu berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WITA, meninggalkan perubahan yang nyata. Area yang sebelumnya terlihat semrawut perlahan kembali terbuka, memperlihatkan wajah aslinya yang lebih bersih dan nyaman.
Di sela kegiatan, Kepala RW 4 Mangingpuru, Muh Arsyad, yang turut turun langsung bersama warga, menjelaskan alasan pemilihan lokasi tersebut. Menurutnya, “Rumah Kembar” merupakan salah satu titik favorit masyarakat.
“Tempat ini sering dikunjungi warga, baik untuk beristirahat, menikmati pemandangan, maupun memancing. Tapi sayangnya, masih ada yang belum sadar menjaga kebersihan,” ujarnya.
Ia tak menampik, sampah yang berserakan menjadi persoalan tersendiri—baik dari daun kering maupun ulah segelintir pengunjung yang kurang bertanggung jawab.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah staf kelurahan, termasuk Lurah Watang Bacukiki, Mursal. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, tetapi juga untuk menyuntikkan semangat kepada warga yang telah lebih dulu bergerak.
Mursal menegaskan, lokasi “Rumah Kembar” memiliki peran penting sebagai wajah kecil Kota Parepare.
“Tempat ini sering disinggahi warga, bahkan oleh mereka yang datang dari luar kota. Kami ingin mereka melihat Parepare sebagai kota yang bersih, nyaman, dan layak untuk disinggahi,” ungkapnya.
Pagi itu, kerja bakti bukan hanya soal membersihkan rumput dan sampah. Ia adalah tentang menjaga kesan, merawat ruang bersama, dan menunjukkan bahwa kepedulian masih hidup—dimulai dari hal-hal sederhana, di sudut kecil Watang Bacukiki.
