Tangis Haru di Islamic Centre Parepare, 49 Jamaah Zakiah Dina Tayyibah Berangkat Menuju Tanah Suci
CivicLens NEWS -- PAREPARE — Pagi itu, halaman Masjid Al-Azhar Islamic Centre Parepare dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Sebagian tersenyum, sebagian lagi tak mampu menyembunyikan haru. Di antara pelukan keluarga dan doa yang dipanjatkan lirih, sebanyak 49 jamaah umrah dari ZAKIAH DINA TAYYIBAH TOUR AND TRAVEL, UMROH DAN HAJI PLUS bersiap memulai perjalanan spiritual mereka menuju Tanah Suci, Minggu, 22 Maret 2026.
Prosesi pelepasan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam masjid, menciptakan suasana khidmat sekaligus menggetarkan hati para jamaah yang duduk rapi mengenakan busana seragam perjalanan mereka. Beberapa di antaranya tampak menunduk, menahan air mata, menyadari bahwa perjalanan yang akan ditempuh bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan ibadah yang telah lama dinantikan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, H. La Jami, M.Ag, dalam sambutannya mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia juga mengajak para jamaah untuk memperbanyak shalat taubat dan memperbaiki niat, agar setiap langkah yang ditempuh selama di Mekkah dan Madinah bernilai ibadah yang diterima di sisi Allah SWT.
“Perbanyaklah memohon ampun dan luruskan niat, semoga seluruh jamaah diberikan kemudahan dan kembali ke tanah air dengan membawa umrah yang mabrur,” pesannya di hadapan jamaah dan keluarga yang memenuhi ruangan.
Ia juga menegaskan bahwa jamaah tidak perlu merasa khawatir terhadap situasi global yang tengah berkembang, karena pelaksanaan ibadah umrah tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tidak berkaitan dengan konflik yang terjadi di beberapa wilayah dunia.
Dalam kesempatan itu, H. La Jami turut mengajak masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri menunaikan ibadah haji sejak dini. Ia menyampaikan rencana pemerintah Indonesia yang tengah menyiapkan fasilitas akomodasi bertingkat di Kota Mekkah khusus bagi jamaah Indonesia, sebagai upaya mengurangi panjangnya antrean keberangkatan haji di tahun-tahun mendatang.
Suasana semakin syahdu ketika Prof. Dr. H. Muhammad Agus, M.Th.I menyampaikan tausiyah manasik. Dengan suara yang tenang namun sarat makna, ia mengingatkan jamaah bahwa perjalanan ke Tanah Suci adalah perjalanan yang bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga menguji keikhlasan dan kesabaran.
“Umrah bukan sekadar berpindah tempat dari Parepare ke Mekkah, tetapi perjalanan hati dari dosa menuju ampunan, dari kelalaian menuju kedekatan dengan Allah,” tuturnya, membuat sebagian jamaah tak kuasa menahan air mata.
Direktur Utama PT Zakiah Dina Tayyibah, Hj. Erna Durachman, menjelaskan bahwa keberangkatan kali ini memiliki makna khusus. Selain menjadi pemberangkatan pertama di bulan Syawal, rombongan ini juga merupakan keberangkatan terakhir sebelum musim haji tahun 2026 dimulai.
“Masjidil Haram akan disterilkan sekitar dua bulan sebelum musim haji, sehingga jadwal umrah berikutnya baru akan kembali kami laksanakan pada bulan Juli 2026,” jelasnya.
Di Makassar, sebelum berangkat ke Jeddah, Jamaah Transit 1 malam di hotel sekaligus manasik umrah, dan hari senin 23 Maret Jamaah Umrah take off dan mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz (JED), Jeddah, dan langsung menuju ke Madinah.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya kembali membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah setelah musim haji berakhir. Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci menjadi motivasi bagi Zakiah Dina Tayyibah Tour & Travel untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembinaan jamaah.
Menjelang akhir acara, doa bersama dipanjatkan. Suasana masjid yang semula tenang berubah menjadi penuh isak tangis tertahan. Para jamaah satu per satu berpamitan, mencium tangan orang tua, memeluk anak dan pasangan, seolah menyimpan rindu sebelum benar-benar berpisah untuk sementara waktu.
Di tengah langkah mereka yang perlahan menuju kendaraan keberangkatan, terselip harapan yang sama: kembali ke tanah air dengan hati yang lebih bersih, dan membawa pulang cerita tentang perjalanan suci yang akan dikenang seumur hidup.
