Ribuan Jamaah Padati Lapangan Kodim 1405, Idul Fitri di Parepare Berlangsung Khidmat dan Penuh Keakraban
CivicLens NEWS -- PAREPARE — Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kodim 1405 Sumpang Minangae, Sabtu pagi, 21 Maret 2026, untuk menunaikan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, jamaah dari berbagai penjuru Kota Parepare telah berdatangan, membawa serta keluarga dan suasana haru menyambut hari kemenangan.
Nonton Video Lengkap DiSini
Pelaksanaan shalat Idul Fitri tahun ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Anggota DPR RI periode 2024–2029, Dr. H. M. Taufan Pawe, SH., MH., Anggota DPRD Kabupaten Barru, H. Rusdi Cara, Camat Bacukiki Barat, Muhammad Ardiansyah Arifuddin Serta Ketua Pengurus Masjid Ar Rafiq Sumpang Minangae H. Sultan Ahmad. MM
Sebelum pelaksanaan shalat dimulai, Muhammad Ardiansyah Arifuddin menyampaikan sambutan yang mewakili Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah, meningkatkan ketakwaan, serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran ibadah puasa Ramadan serta mengajak seluruh warga menyambut hari kemenangan dengan penuh sukacita, sembari terus menjaga persaudaraan dan keharmonisan antarwarga sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah.
Shalat Idul Fitri dipimpin oleh Imam Masjid Ar-Rafiq Sumpang Minangae, H. Haruna Mahmud, sementara khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Dr. H. Andi Taufik Amin, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Dalam khutbah bertema “Idul Fitri: Momentum Merajut Ukhuwah dan Menghidupkan Kebersamaan Melalui Semangat Gotong Royong”, Andi Taufik Amin menekankan pentingnya solidaritas sosial sebagai pilar utama kehidupan bermasyarakat. Ia mengutip falsafah Bugis, “Mali siparappe, rebba sipatokkong, mallilu sipakainge,” yang mengandung makna bahwa dalam setiap kesulitan, masyarakat harus saling membantu, menopang, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga cerminan nyata dari ukhuwah Islamiyah yang berperan sebagai perekat persatuan umat dan bangsa.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung khidmat dan tertib hingga khutbah usai. Suasana kemudian berubah menjadi hangat dan penuh keharuan ketika jamaah saling berjabat tangan, bermaaf-maafan, dan berbagi senyum kebahagiaan bersama keluarga serta kerabat yang hadir.
Menariknya, bagi Andi Taufik Amin, lokasi pelaksanaan shalat tahun ini memiliki makna emosional tersendiri. Ia lahir di Parepare pada 5 Juli 1968, putra dari H. Andi Muhammad Amin (Puang Amin), dan menghabiskan masa kecilnya di kawasan Sumpang Minangae. Lapangan yang kini menjadi tempat pelaksanaan Shalat Idul Fitri tersebut dahulu merupakan tempat ia bermain sepak bola setiap sore bersama teman-temannya.
Perjalanan kariernya kemudian membawanya menjadi aparatur sipil negara di Lembaga Administrasi Negara sejak tahun 1994. Berbagai penugasan strategis telah dilaluinya, hingga akhirnya dipercaya menduduki sejumlah jabatan eselon II sebelum kini menjabat sebagai Sekretaris Utama LAN RI.
Kehadirannya sebagai khatib di kampung halaman sendiri pun menjadi momen yang tidak hanya sarat makna religius, tetapi juga menyimpan jejak nostalgia dan kedekatan emosional dengan masyarakat setempat.
