HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Menutup Ramadan di Masjid Terapung BJ Habibie Parepare,Sepenggal Cerita Buka Puasa Bersama Keluarga

Masjid Terapung BJ Habibie Parepare
CivicLens NEWS - ARTIKEL -- Ramadan selalu datang dengan ritmenya sendiri—hari-hari yang terasa lebih sibuk, tetapi juga lebih penuh makna. Di penghujung bulan suci tahun ini, saya menyempatkan diri untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan menghabiskan waktu berbuka puasa bersama keluarga.

Sore itu, kami memilih duduk di pelataran masjid terapung, menghadap laut yang tenang. Angin berhembus pelan, membawa suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata—tenang, sekaligus hangat. Saya duduk berdampingan dengan istri dan anak bungsu kami, Izward, sambil menunggu adzan magrib berkumandang.

Nonton Videonya DISINI

Tak ada yang istimewa dari menu yang kami bawa. Semuanya sederhana, seperti buka puasa pada umumnya. Namun justru dalam kesederhanaan itu, terasa ada kebahagiaan yang utuh. Kami berbincang ringan, sesekali tertawa, dan menikmati waktu yang jarang benar-benar kami miliki di hari-hari biasa.

Di sekitar kami, banyak keluarga lain yang juga datang dengan tujuan yang sama: berbuka bersama orang-orang tercinta. Ada anak-anak yang berlarian kecil, ada pasangan yang duduk berdekatan, dan ada pula keluarga besar yang memenuhi tikar dengan canda dan cerita. Pemandangan itu membuat saya sadar bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merawat kebersamaan.

Ketika adzan akhirnya terdengar, semua percakapan seolah berhenti sesaat. Kami saling mempersilakan, mengambil kurma dan minuman, lalu memulai buka puasa dengan rasa syukur yang sama. Momen itu terasa sederhana, tetapi entah mengapa selalu meninggalkan kesan yang dalam.

Kini Ramadan telah berlalu. Kesibukan kembali mengambil alih hari-hari kami. Namun, melalui potongan video yang sempat saya rekam sore itu, kenangan tentang buka puasa di tepi laut bersama keluarga tetap hidup—seolah mengingatkan bahwa di antara padatnya aktivitas, selalu ada ruang untuk pulang pada hal-hal yang paling penting: keluarga dan kebersamaan.

Posting Komentar