HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

KADIN Parepare Soroti Lonjakan Harga Material, Desak Evaluasi AHSP Demi Jaga Kualitas Pembangunan

PAREPARE, CivicLens NEWS — Dunia konstruksi di Kota Parepare tengah menghadapi tekanan baru. Dalam beberapa pekan terakhir, harga berbagai material bangunan dilaporkan mengalami kenaikan cukup tajam, berkisar antara 15 hingga 20 persen. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan proyek pembangunan serta potensi penurunan kualitas pekerjaan di lapangan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Parepare, H. Idham Nusu, S.E., menilai lonjakan harga tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi faktor seperti distribusi logistik, pergerakan pasar, hingga rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak yang dijadwalkan berlaku mulai 1 April.

Ia menegaskan, jika tidak diantisipasi sejak awal, perubahan harga ini berpotensi mengganggu stabilitas biaya proyek dan mempersulit kontraktor dalam menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan.

“Kenaikan ini harus disikapi dengan langkah yang terukur. Tanpa penyesuaian kebijakan, pelaksanaan pembangunan berisiko tidak lagi sejalan dengan standar kualitas maupun ketepatan anggaran,” ujar Idham.

Sebagai respons atas situasi tersebut, KADIN Parepare mendorong Pemerintah Kota Parepare untuk melakukan peninjauan ulang terhadap Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Evaluasi dinilai penting agar perhitungan biaya yang digunakan dalam perencanaan proyek benar-benar mencerminkan kondisi harga terkini di lapangan.

Menurut Idham, pembaruan AHSP perlu didasarkan pada survei ulang yang mencakup harga material, upah tenaga kerja, serta komponen pendukung lainnya. Langkah ini akan menjadi landasan bagi konsultan perencana dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB), baik pada proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN.

Tanpa penyesuaian tersebut, ia mengingatkan adanya potensi ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dan realisasi proyek. Dampaknya tidak hanya berupa keterlambatan pekerjaan, tetapi juga dapat berujung pada penurunan mutu konstruksi dan meningkatnya risiko sengketa kontrak.

KADIN Parepare memandang situasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem perencanaan pembangunan yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya merespons ketika terjadi lonjakan harga, tetapi juga membangun mekanisme pemantauan harga yang berkelanjutan agar perubahan dapat terdeteksi lebih dini.

“Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan konsultan perencana. Kebijakan yang diambil harus berangkat dari data dan kondisi riil pasar agar pembangunan tetap berjalan dengan kualitas, efisiensi, dan daya saing yang terjaga,” tambahnya.

Melalui pernyataan ini, KADIN Parepare menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, sekaligus berkomitmen terus memberikan masukan konstruktif guna menjaga stabilitas sektor konstruksi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Posting Komentar