Ancaman Trump Dibalas Keras, Ali Larijani: Bangsa Iran Tak Gentar
CivicLens NEWS_ TEHERAN — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pejabat senior keamanan Iran, Ali Larijani, melontarkan pernyataan keras sebagai respons terhadap peringatan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, terkait keamanan jalur strategis Selat Hormuz.
Dalam pesan yang disampaikan melalui kanal Telegram resminya, Larijani menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan gentar menghadapi tekanan maupun ancaman militer dari pihak luar. Ia bahkan memperingatkan agar pihak yang mengeluarkan ancaman berhati-hati dengan konsekuensi yang mungkin muncul.
“Bangsa Ashura Iran tidak takut pada ancaman kosongmu. Bahkan mereka yang lebih kuat darimu pun tidak mampu melenyapkan bangsa Iran. Berhati-hatilah agar kalian sendiri tidak menjadi pihak yang tersingkir,” ujar Larijani dalam pernyataan tersebut.
Istilah “bangsa Ashura” yang ia gunakan merujuk pada simbol kuat dalam tradisi Syiah yang menggambarkan semangat pengorbanan, keberanian, serta keteguhan menghadapi penindasan. Konsep tersebut sering dipakai oleh tokoh-tokoh Iran untuk menggambarkan daya tahan nasional dalam menghadapi tekanan dari luar.
Pernyataan Larijani muncul setelah Trump menyampaikan peringatan keras mengenai potensi gangguan terhadap arus minyak dunia di Selat Hormuz. Jalur laut tersebut diketahui menjadi salah satu titik vital distribusi energi global.
Trump menegaskan bahwa jika Iran mengambil langkah yang dapat menghambat aliran minyak melalui selat tersebut, Amerika Serikat akan merespons dengan kekuatan militer yang jauh lebih besar. Dalam unggahannya, Trump bahkan menyebut kemungkinan serangan balasan yang “dua puluh kali lebih keras” dibandingkan tindakan sebelumnya.
Ketegangan terbaru ini kembali menyoroti sensitifnya situasi keamanan di kawasan Teluk, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik strategis bagi perdagangan minyak internasional.
